Wednesday, June 14, 2017

contoh proposal kuantitatif lengkap judul penerapan metode demontrasi melalui media sederhana

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI MELALUI MEDIA
SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
IPA PADA PESERTA DIDIK KELAS IV MIN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia ini. Terlebih dalam era industrialisasi sekarang ini. Tak terkecuali bangsa Indonesia pun juga ikut membulatkan tekadnya untuk mengembangkan budaya belajar yang menjadi prasyarat berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Kita tidak dapat mengelak bahwa tegnologi kini menjadi ikon kehidupan umat manusia. Tentu, saat ini harus ada reformasi belajar menuju pembelajaran berbasisi tegnologi informasi tentang kejadiaan-kejadian, temuan-temuan baru atau peristiwa lain didaerah atau negara lain adalah sumber belajar yang riil, dan hal demikian dapat diperoleh dengan memanfaatkan kemajuan tegnologi dan informasi yang ada. Adapun salah satu faktor yang mendukung perkembangan tersebut adalah pendidikan.
Pendidikan bertujuan membentuk manusia seutuhnya, yakni manusia pancasilais sejati serta berlangsung seumur hidup, didalam maupun diluar sekolah dan diharapkan agar menjadi manusia atau warga masyarakat yang terampil bekerja, mampu menyesuaikan diri dengan sekitarnya dan mengatasi masalah dalam kehidupannya pada masa sekarang dan masa yang akan datang.
Ironisnya ketika pendidikan berada pada titik puncak “kemajuan”, justru moral keserakahan ekonomi, moral kekuasaan politik, dan moral ketidakadilan hukum merajalela. Pendidikan tidak ditumbuh kembangkan dalam perilaku keseharian. Akibatnya pendidikan dibiarkan terseret mengikuti kecenderungan pemanfaatan teknologi secara praktis. Globalisasi menjadi tantangan yang nyata bagi budaya lokal dan nasional kaitanya dengan ini adalah menyangkut bidang pendidikan, budaya bangsa Indonesia sebagai bagian dari sistem pendidikan kita lambat laun bergeser, bahkan mendapatkan posisi yang marginal. Mampukah kita menciptakan sistem pendidikan yang mampu bersaing dalam konstalasi global namun tetap menjaga jati diri dan mempertahankan eksistensi pendidikan kita.
Hal yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan adalah penyelenggaraan proses pembelajaran, dimana guru sebagai pelaksana pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan proses pembelajaran disamping faktor lainnya seperti peserta didik, bahan pelajaran, motivasi, dan sarana penunjang.
Oleh karena itu, dalam pembelajaran IPA, tidak semua materi khususnya energi dan perubahannya bisa didengarkan saja. Tetapi butuh diperlihatkan secara langsung untuk mengetahui bentuk serta fungsinya, hal-hal yang mempengaruhi bentuk serta fungsi dan manfaatnya bagi kehidupan. Maka dari itu peserta didik perlu terlibat secara langsung dalam pembelajaran. Walaupun pada realitanya bentuk serta fungsinya tersebut secara tidak sadar telah dialami dan dirasakan oleh peserta didik sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
Pada intinya, fokus kajian IPA adalah berbagai peristiwa atau kejadian yang terdapat di lingkungan peserta didik. Pelajaran IPA membutuhkan pemahaman yang nyata mengenai berbagai peristiwa di lingkungan sekitar atau masyarakat. Jadi guru harus mampu membantu peserta didik agar dapat memahami suatu materi pelajaran dengan cara memperlihatkan atau mempraktekkan secara langsung kejadian atau hal-hal yang terdapat dalam materi sesuai dengan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik.
Metode demonstrasi merupakan cara mengajar di mana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan sesuatu proses (relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan), sehingga seluruh peserta didik dalam kelas dapat melihat, mengamati, mendengar, mungkin meraba-raba, dan merasakan proses yang dipertunjukkan oleh guru tersebut. Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan sesuatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
Alasan lain dipilihnya metode demonstrasi, karena model pembelajaran ini sangat menarik jika diterapkan pada peserta didik. Peserta didik akan lebih aktif untuk belajar sendiri dan mencari tahu bagian-bagian yang ditugaskan kepada mereka. Sehingga dapat memberikan motivasi belajar kepada siswa



B. Rumusan Masalah.
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam skripsi ini adalah:
1. Bagaimana penerapan metode demontrasi melalui media sederhana mata pelajaran IPA peserta didik kelas VI MIN ?
2. Bagaimana hasil belajar IPA peserta didik kelas IV MIN setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi melalui media sederhana?
C. Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penerapan metode demontrasi melalui media sederhana untuk meningkatkan hasil belajar ipa pada peserta didik kelas IV MIN
1. Menjelaskan penerapan metode demonstrasi melalui media sederhana pada mata pelajaran IPA nateri Energi dan perubahannya pada peserta didik kelas IV MIN
2. Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV MIN setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi pada mata pelajaran IPA materi Energi dan perubahannya
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Secara teoritis
Hasil dari penelitian ini dapat berfungsi sebagai sumbangan untuk memperkaya khazanah ilmiah, khususnya tentang penerapan metode demonstrasi IPA di kelas.
2. Secara praktis
a. Bagi kepala MIN
b. Bagi para guru MIN K
c. Bagi peserta didik MIN


BAB II
LANDASAN TEORI
A. Landasan teori
a. Pengertiannya
Belajar ialah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
 Menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam menentukan kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku.2Dalam aktivitas kehidupan manusia sehari-hari hampir tidak pernah dapat terlepas dari kegiatan belajar, baik ketika seseorang melaksanakan aktivitas sendiri, maupun di dalam suatu kelompok tertentu. Dipahami atau tidak dipahami, sesungguhnya sebagian besar aktivitas di dalam kehidupan sehari-hari kita merupakan kegiatan belajar. Dengan demikian dapat kita katakan, tidak ada ruang dan waktu di mana manusia dapat melepaskan dirinyadari kegiatan belajar, dan itu berarti pula bahwa belajar tidak pernah dibatasi usia, tempat maupun waktu, karena perubahan yang menuntut terjadinya aktivitas belajar itu juga tidak pernah berhenti.
Belajar dalam arti luas, meliputi keseluruhan proses perubahan pada individu. Perubahan itu meliputi keseluruhan topik kepribadian, intelektual maupun sikap, baik yang tampak maupun yang tidak. Oleh karena itu tidaklah tepat kalau belajar itu diartikan sebagai “ungkapan atau membaca pelajaran” maupun menyimpulkan pengetahuan atau informasi. Selain dari itu, belajar juga tidak dapat diartikan sebagai terjadinya perubahan dalam diri individu sebagai akibat dari kematangan, pertumbuhan atau insting.Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon atau lebih tepat perubahan yang dialami peserta didik dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.
Metode dalam bahasa Inggris= method, Yunani = methodos, meta = sesudah/melampau; hodos = jalan/cara. Dari makna ini secara istilah = cara kerja yang bersistem untuk melaksanakan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. Atau cara melaksanakan untuk mencapai ilmu pengetahuan berdasarkan kaidah-kaidah yang jelas. Dalam pengertian lain metode adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau teknik penyajian yang dikuasi guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada peserta didik didalam kelas baik secara individual atau secara kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami, dan di manfaatkan oleh peserta didik dengan baik.
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasai sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran barakhir. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai satu pun metode mengajar yang dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologis dan pendidikan.
Demonstrasi berasal dari kata demonstration yang artinya pertunjukan.25Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan peragaan dan mempertunjukkan kepada peserta didik tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Demonstrasi dalam hubungannya dengan penyajian informasi dapat diartikan sebagai upaya peragaan tentang suatu cara melakukan sesuatu. Metode demonstrasi ini adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan yang disajikan.
Model demonstrasi ini dapat bersifat konstruktivis bila dalam demonstrasi guru tidak hanya menunjukkan proses ataupun alatnya, tetapi disertai banyak pertanyaan yang mengajak peserta didik berfikir dan menjawab persoalan yang diajukan. Maka demonstrasi yang baik selalu di awali dengan pertanyaan-pertanyaan dari guru, sehingga peserta didik berfikir dan membuat hipotesis ataupun ide awal. Setelah itu guru baru menunjukkan demonstrasinya dan peserta didik dapat mengamati apakah yang mereka pikirkan dan jawabkan itu sama dengan yang mereka amati. Selama proses demonstrasi dan juga pada akhir, guru tetap dapat terus mengajukan pertanyaan kepada peserta didik.
Media berasal dari kata latin, yakni medius yang secara harfiah berati ‘tengah,pengantar atau perantara’ ada yang memakai media dalam istilah mediasi yakni sebagai kata yang biasa dipakai dalam proses perdamaian dua belah pihak yang sedang bertikai. media pembelajaran ialah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan mengeluarkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Media pendidikan merupakan seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan peserta didik.
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilanpembelajaran sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran dan pelatihan.
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya, yaitu ‘’hasil’’ dan ‘’belajar’’. Pengertian hasil (product) menunjukkan pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. Hasil produksi adalah adalah perolehan yang didapatkan karena adanya kegiatan mengubah bahan (raw materials) menjadi barang jadi (finished goods). Dalam siklus input-proses-hasil, hasil dengan dapat dengan jelas dibedakan dengan input akibat perubahan oleh proses. Begitu pula dalam kegiatan belajar mengajar, setelah mengalami belajar peserta didik berubah perilakunya dibandingkan sebelumnya. Belajar dilakukan untuk mengusahakan adanya perubahan perilaku pada individu yang belajar.
Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang setelah proses belajar mengajar. Menurut Hamalik definisi prestasi belajar sebagai berikut: “Prestasi belajar adalah penilaian dari hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai seseorang dalam jangka waktu tertentu”. Sehingga dalam penelitian ini yang dimaksud dengan hasil belajar IPA adalah suatu usaha belajar IPA. Perubahan hasil belajar IPA dapat dilihat dari hasil tes yang diberikan.
Kata Sains berasal dari kata latin scientia yang berarti “saya tahu”. Dalam bahasa Inggris kata Science mula-mula berarti pengetahuan, tetapi lama-lamaan bila orang berkata tentang Sains, maka pada umumnya yang dimaksud adalah apa yang dulu disebut natural sciences. Natural sciences dalam bahasa Indonesia disebut Ilmu Pengetahuan Alam atau dengan singkatan sekarang bisa dikenal dengan sebutan IPA. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang sistempatis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala–gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi.




BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dalam bahasa inggris PTK disebut Classroom Active Research (CAR). PTK sangat cocok untuk penelitian ini, penelitian diadakan dalam kelas dan lebih difokuskan pada masalahmasalah yang terjadi di dalam kelas atau pada proses belajar mengajar. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berasal dari tiga kata yaitu penelitian, tindakan, kelas. Berikut penjelasannya:
1. penelitian diartikan sebagai kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu dari suatu hal yang menarik minat dan penting bagi penelitian.
2. tindakan diartikan sebagai suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian ini berbentuk siklus kegiatan.
3. kelas diartikan sebagai sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.
menggabungkan ketiga kata tersebut, yakni penelitian, tindakan dan kelas, maka dapat disimpulkan bahwa PTK merupakan bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan tertentu yang dapat memperbaiki proses pembelajaran di kelas.
Berdasarkan jenis penelitian sebagaimana dipaparkan sebelumnya, rancangan atau desain PTK yang digunakan adalah menggunakan model PTK Kemmis & Mc. Taggart yang dalam alur penelitiannya yakni meliputi langkah-langkah:4
1. Perencanaan (plan)
2. Melaksanakan tindakan (act)
3. Melaksanakan pengamatan (observe), dan
4. Mengadakan refleksi/ analisis (reflection)
Sehingga penelitian ini merupakan siklus spiral, mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan untuk memodifikasi perencanaan, dan refleksi. Penelitian ini juga merupakan penelitian individual.
BAB V
PENUTUP
A. saran

Hasil penelitian penerapan metode demonstrasi melalui media sederhana dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dalampenelitian yang telah dilakukan ini, terbukti bahwa keaktifan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran semakin meningkat Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan aktivitas peserta didik. Dari wawancara dan angket dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik meningkat secara siginifikan dan peserta didik merasa lebih senang dalam mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan metode demonstrasi melalui media sederhana.

No comments:

Post a Comment

contoh proposal kuantitatif lengkap judul penerapan metode demontrasi melalui media sederhana

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI MELALUI MEDIA SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA PESERTA DIDIK KELAS IV MIN BAB I P...